BABAK KE-4
Kemunculan Islam pada abad ke-7 mengakibatkan perubahan besar di Timur Tengah. Kekalifahan sesudah Nabi Muhammad meluaskan wilayahnya ke utara, merebut wilayah-wilayah bekas kekaisaran Byzantine yang telah lemah, termasuk Palestina.
Setelah masa yang singkat dalam penguasaan Persia, pasukan Arab akhirnya bisa mencapai dan mengepung Yerusalem. Merasa tak bisa mempertahankan Yerusalem dari serangan Arab pimpinan patriarki Romawi di Yerusalem, Sophoronius, mengirim pesan pada Omar bin al-Khatab, Kalifah ketiga dan pimpinan tertinggi bala tentara Arab, bahwa dia akan menyerahkan Yerusalem kepadanya.
Tahun 638, enam tahun sesudah meninggalnya nabi Mohammad, Omar pergi ke Yerusalem dan menerima penyerahan Yerusalem dengan menandatangani syarat-syarat penyerahan yang menyebutkan perlindungan bagi orang-orang Kristen, harta benda dan gereja-gereja mereka. Inilah penaklukan Yerusalem yang pertama kali tanpa pembantaian dan penghancuran.
Caesarea, ibukota Palestina versi Romawi, merupakan kota yang terakhir jatuh ke tangan Arab pada tahun 640. Kota pelabuhan ini bertahan lama dari kepungan karena mendapat suplai melalui laut. Setelah kejatuhan Caesarea, akhirnya Palestina menjadi bagian integral dari dunia Arab.
Segera setelah menaklukkan Yerusalem, Omar membersihkan Bukit Ka’bah dari puing-puing reruntuhannya dan menemukan batu yang diyakininya menjadi tempat sembahyang nabi Muhammad sebelum naik ke surga setelah melakukan perjalanan ajaib selama satu malam dari Mekah dengan mengendarai kuda-terbangnya Al-Buraq.
Lokasi ini adalah reruntuhan kuil dewa Jupiter yang dibangun kaisar Hardian, dibangun di atas puing-puing ka’bah Yahudi, baik ka’bah pertama yang didirikan Salomo dan dihancurkan Nebukadnezar, maupun ka’bah kedua yang kemudian dihancurkan Titus. Di tempat suci ini, dikenal dalam bahasa Arab sebagai Haram al Sharif, Kalifah Abd al-Malik membangun gedung megah yang spektakuler, yakni Qubbat As-Sakhrah (Dome of the Rock) antara tahun 687 dan 691 M.
Bangunan ini adalah sebuah mashhad, yakni bangunan untuk para peziarah. Tinggi kubahnya 20 meter dengan lebar 10 meter dan merupakan salah satu maha karya Arsitektur dunia. Berdampingan dengannya berdiri mesjid Al-Aqsa di mana mereka dapat sembahyang. Yerusalem menjadi kota suci bagi kaum muslimin.Penguasa muslim yang menguasai wilayah ini hingga tahun 960an mengizinkan orang Kristen bahkan Yahudi untuk tetap memelihara agamanya. Mereka juga mengizinkan para peziarah dari berbagai tempat di Eropa dan Asia untuk datang ke Yerusalem.
Zaman kekalifahan ini merupakan kemenangan Palestina yang sebagian besar penduduknya telah memeluk Islam. Mereka menjadi bagian dari dunia Arab dan bagian dari kekalifahan yang memerintah.
