Sudah 20 hari Israel memerangi Hamas dengan membombardir Jalur Gaza. Korban telah mencapai lebih dari 1000 orang dan 4500 lainnya luka-luka. Sebuah resolusi gencatan senjata telah dikeluarkan Dewan Keamanan PBB namun kedua pihak, terutama Israel, tidak menunjukkan tanda-tanda menghentikan serangan. Saya berharap pembantaian ini segera berakhir, tapi tidak dapat berbuat apa-apa kecuali mengamati …
Sambil mengamati dan menunggu perang usai saya mengajak pembaca (kalu ada yang baca..) melihat ke belakang mencoba melacak asal konflik yang alot ini. Maksudnya bukan untuk melihat hitam-putihnya, melainkan untuk menyadari betapa sejarahnya abu-abu. Lumayan untuk membunuh rasa penasaran kenapa perang ini belum juga dihentikan.
Dari berbagai literatur saya mendapati betapa panjang dan melelahkan konflik antara kedua bangsa ini. Ceritanya dapat ditarik mundur hingga 4000 tahun lalu!.. Wah, capek dech….
Ngga jadi ah, ngapain!
Tapi karena hari ini (hari ke 21) Israel tidak juga mengendorkan serangan, malah tambah ngamuk dan ngaco, ngga ada salahnya dirunut pelan-pelan kisahnya dan dibagi dalam beberapa babak biar ngga bosan nulisnya. (supaya postingannya juga banyak).
Ada beberapa versi yang berbeda dan kadang bertentangan yang mungkin ditulis untuk kepentingan-kepentingan yang berbeda. Karena terkadang perbedaannya berujung pada masalah-masalah sara yang sensitif, sebaiknya keisengan ini melihat dari sudut pandang sejarah saja. Kalaupun ada yang berbeda dan kurang berkenan boleh ditanggapi sambil mohon dimaafkan.
BABAK I
Kisah ini berawal kira-kira tahun 2000 SM, ketika Ibrahim (Abraham) menyadari bahwa istrinya Sarah (Sarai) itu mandul. Untuk mendapatkan keturunan, dengan seizin Sarai dia mengawini pembantunya: Hagar (Hajar) yang kemudian memberinya anak laki-laki dan dinamainya Ismail.
Konfliknya dimulai ketika 14 tahun kemudian Sarah ikutan hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamai Isak. Abraham kemudian menyuruh Hagar dan anaknya Ismail pergi dari perkemahannya Timbul pertanyaan apakah seluruh konflik ini merupakan kesalahan Abraham (Ibrahim)?
Keturunan Isak kemudian menjadi bangsa Yahudi/Israel, sementara keturunan Ismail menjadi bangsa Arab.
Bangsa Palestina yang sekarang merupakan keturunan bangsa-bangsa Arab di tanah Kanaan dan bangsa Philistine penakluk seluruh pantai Kanaan bagian selatan dan yang mendirikan kembali kota-kota Gaza, Ashdod, Ascalone, Ecron dan Gath. Nama wilayah Palestina diturunkan dari kata Filistin itu oleh Herodotus dan penulis Yunani lainnya, hingga lama-kelamaan menggantikan nama Kanaan.
Bangsa Filistin berjaya di wilayah tenggara pantai laut Mediteranea selama hampir dua abad, yakni sekitar tahun 1200 SM hingga tahun 975 BC. Sementara itu bangsa Israel di bagian timur sedang berjuang mempertahankan eksistensinya melawan bangsa-bangsa Midian, Amalek, serta keturunan Lot, yakni bangsa Moab dan Amon.
Ketika Filistin berusaha memperluas perdagangan mereka ke Timur, ke tanah Arab, maka permusuhan mereka sebagai bangsa dengan Israel pun tak terhindarkan. Dalam konflik mereka di zaman itu muncullah berbagai kisah menarik seperti: Daud dan Goliat, Samson dan Delilah, Tewasnya Saul dan Yonatan, dan masih banyak lagi.
Daud adalah pahlawan Israel yang membunuh raksasa dari bangsa Filistin: Goliat. Walaupun demikian, Daud pernah meminta perlindungan pada bangsa Filistin ketika dia sedang dikejar-kejar raja Saul, ayah Yonatan sahabatnya.
Samson adalah pemuda Israel yang sangat kuat yang jatuh cinta pada Delilah, seorang gadis dari bangsa Filistin. Samson mencintainya hingga ketika Delilah menanyakan rahasia kekuatannya Samson menceritakan bahwa jika rambutnya dipotong maka hilanglah kesaktiannya.
Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa perang Palestina-Israel telah dimulai ribuan tahun lalu.. dan lamanya penantian kita sangatlah tidak sebanding.
Di bawah pimpinan Daud Israel menjadi kuat dan mampu merebut Yerusalem, sebuah kota raja yang berdiri di dataran tinggi dan dikuasai bangsa Jebusite sepupu bangsa Kanaan. Pencapaian Daud ini oleh bangsa Filistin dianggap menyaingi supremasi mereka. Filistin kemudian menyerang bangsa Israel di ibu kota mereka yang baru, tapi Daud memukul mundur mereka. Ini terjadi sekitar tahun 975 SM, awal masa keemasan Israel kuno, yakni saat pemerintahan Daud diikuti anaknya raja Salomo yang mahsyur itu.
Menurut saya, inilah akhir babak pertama dari konflik ini. Bangsa Israel kuno berhasil meraih kejayaan lebih dari Bangsa Filistin dan Kanaan, nenek moyang bangsa Palestina.
Sonny (dari berbagai sumber).
Kamis, 15 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskan komentar anda.